The Hidden Messages in Water : Pesan Rahasia Sang Air

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa tubuh kita yang 70% nya terdiri atas air dpengaruhi oleh apa yang kita baca, dengan dan lihat. Itu semua karena air mampu “membaca”, “mendengar”, “melihat” dan “merekam”. Air bahkan bisa “meramal”. Air mampu membedakan maa hal positif dan mana hal negatir, dan air menyampaikan pengetahuannya kepada kita dengan cara yang amat mengagumkan. Melalui foto-foto kristal air yang dibuatnya selama bertahun-tahun. Dr. Masaru Emoto mengungkapkan bahwa air ternyata merespon lingkungannya.

L3 B4

Category:
Buku

The Hidden Messages in Water

Pesan Rahasia Sang Air untuk Manusia
By Masaru Emoto

The Hidden Messages in Water (2001) merupakan sebuah buku yang memuat pesan-pesan filosofis tentang kehidupan dari kristal-kristal air. Dalam buku ini Anda akan mempelajari jenis-jenis kebaikan yang dapat mempengaruhi hidup Anda berdasarkan prinsip dasar alam.

Siapa penulis buku ini?

Masaru Emoto adalah seorang peneliti, penulis, dan entrepreneur. Setelah meraih sertifikasi Dokter Pengobatan Alternatif dari Universitas Terbuka Internasional pada Oktober 1992, ia mengenal konsep air kelompok-mikro di Amerika Serikat. Sejak saat itu, ia mulai melakukan penelitian intensif tentang air di seluruh dunia.

Untuk siapa buku ini?

  • Mereka yang mendalami ilmu psikologi, kesehatan, atau lingkungan hidup dan
  • Siapa saja yang ingin memahami nilai-nilai kehidupan dengan lebih baik
The Hidden Messages in Water

Ragam nilai kehidupan yang bersumber dari air sebagai cerminan manusia

Hidup Anda akan bahagia jika Anda mampu menjadi pribadi yang murni layaknya air. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari prinsip dan perilaku air karena 70% tubuh manusia terdiri atas air. Ada pesan-pesan rahasia yang terdapat di dalam air yang jika Anda ambil, Anda dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam buku ini, Anda akan mempelajari nilai-nilai kebaikan dari penelitian kristal air yang dapat diterapkan ke dalam kehidupan Anda, termasuk hakikat hidup manusia dan perilaku baik terhadap alam dan sesama.

Hal-hal menarik yang akan Anda peroleh antara lain:

  • bagaimana cara air menyampaikan informasi kepada manusia;
  • apakah pencemaran mempengaruhi kemampuan air menyampaikan informasi;
  • mengapa alam dan manusia selayaknya hidup selaras;
  • hal-hal baik apa yang dapat manusia pelajari dari air; dan
  • apa yang seharusnya dilakukan manusia setelah belajar dari alam

Masaru melanjutkan penelitian dengan membandingkan air suling biasa dengan air suling yang ditempatkan di sebelah televisi, komputer, telepon genggam, serta microwave. Air suling biasa menampilkan kristal utuh, tetapi tidak dengan air suling yang ditempatkan di sebelah sumber elektromagnetik.

Penggunaan sumber gelombang elektromagnetik merusak kristal air. Maka, manusia pun seharusnya tidak terlalu sering menggunakannya.

Masaru juga memotret kristal air dari botol berisi air yang ditempatkan di antara dua pengeras suara. Musik pun dimainkan. Kristal dari air yang diperdengarkan lagu-lagu klasik seperti Beethoven dan Bach membentuk kristal utuh dan rinci. Lagu Elvis Presley berjudul Heartbreak Hotel menunjukkan potret kristal utuh yang terbelah dua.

Berbeda dengan jenis musik tadi, air yang diberi musik hingar-bingar mengandung nuansa kemarahan dan lirik yang vulgar menghasilkan potret kristal sama seperti kristal yang diberi kata-kata “kamu bodoh!”. Berdasarkan penelitian-penelitian tadi, Masaru beranggapan bahwa air lebih merespon kata-kata ketimbang alunan musik.

Percobaan Masaru telah mendorong keluarga-keluarga di Jepang melakukan percobaan sederhana di rumah masing-masing. Ada keluarga yang menyiapkan tiga botol berisi beras dengan perlakuan berbeda. Setiap hari pada botol pertama diucapkan “terima kasih”, botol kedua dengan kalimat “kamu bodoh”, dan botol ketiga dibiarkan saja.

Orang lain yang melakukan percobaan serupa, kesemuanya memperoleh hasil yang sama. Hasil percobaan itu adalah beras di botol pertama mulai meragi dan mengeluarkan aroma lembut. Beras di botol kedua dan ketiga menjadi hitam dan busuk.

Namun, beras di botol ketiga membusuk lebih cepat. Masaru mengaitkan hasil ini dengan filosofi kehidupan, yakni bahwa sikap mengabaikan lebih merusak dibandingkan sikap mencemooh.

Manusia dapat memperoleh energi, baik positif maupun negatif dari orang lain. Energi positif meningkatkan kebahagiaan seseorang. Sementara itu, bentuk energi yang paling merusak adalah tidak memperoleh energi sama sekali, dalam hal ini tidak memperoleh perhatian dari siapa pun.

Dibandingkan makhluk lain, tubuh manusia adalah yang paling kompleks karena memiliki unsur yang jauh lebih banyak. Kondisi ini membuat manusia mudah merasakan emosi. Dalam satu emosi negatif, tersimpan satu emosi positif, karena dua emosi yang berlawanan berada pada jalur gelombang yang sama.

Menurut pandangan Masaru, prinsip kesejajaran emosi tersebut menyiratkan bahwa orang selalu punya benih jahat dalam dirinya. Meskipun begitu, pada dasarnya tidak ada orang yang benar-benar sangat jahat.

Chat Kami